Melirik 20 Tahun Karir Buffon

Melirik 20 Tahun Karir Buffon – Siapa yang tidak kenal Gianluigi Buffon? Pemain yang satu ini sudah tercatat namanya di otak para penduduk bumi mulai dari yang berprofesi sebagai tukang parkir, tukang cukur hingga pemilik sebuah negara sekalipun pasti pernah mendengar nama yang melegenda ini. Ya, dialah Gianluigi Buffon. Kiper kenamaan dunia asal Italia.

Melirik 20 Tahun Karir Buffon

Kondisi Saat Ini

Usianya saat ini adalah 38 tahun. Meskipun sudah tidak muda lagi, namun Buffon tidak akan menghentikan karirnya dalam waktu dekat. Dia mengatakan akan tetap bermain setidaknya hingga berakhirnya Piala Dunia 2018 nanti. Itu artinya, Buffon akan pensiun di usia 40 tahun.

Tahun ini tercatat sebagai tahun ke 20 tahun Buffon berkarir sebagai kiper di Italia. Selama itu, Buffon hanya membelar 2 klub Serie A saja, Parma dan Juventus. Buffon bermain di Parma hingga 2001 sebelum pindah ke Juventus dengan status kiper termahal dunia yakni berbanderol 52 juta euro.  Terhitung hingga saat ini, Buffon telah membela Juventus selama 15 tahun. Waktu yang cukup untuk membesarkan seorang anak hingga remaja.

Di Balik Kedigdayaan Buffon

Di balik kepiawaian dalam mengamankan gawang tim yang dibelanya, Buffon ternyata adalah predator ganas untuk para lawannya. Bila merunut catatan sejarah sejak awal dia berkarir, Buffon telah menyingkirkan sekian banyak kiper top Italia.

Dalam sejarah kiper Italia, kedatangan Gianluigi Buffon untuk pertama kalinya ke dalam skuad Azzuri sudah menyingkirkan Gianluca Pagliuca. Hebatnya, waktu itu usianya baru 19 tahun. Berturut-turut setelahnya, Buffon juga telah menyingkirkan Angelo Peruzzi, Francesco Toldo, Christian Abbiati, Francesco Antinioli, dan Federico Marchetti. Tidak ketinggalan nama Salvatore Sirigu yang tengah naik daun di Italia saat ini pun ikut menjadi ‘bayang-bayang’ Buffon. Sepanjang karirnya sebagai kiper Tim Nasional Italia, Buffon telah bermain 154 kali. Ini adalah penampilan kiper Italia terbanyak sepanjang sejarah.

Keganasan Buffon di Juventus sudah terlihat pada saat kedatangannya pertama kali ke Juventus. Adalah nama Edwin Van De Sar dan Antonie Isakson  yang menjadi tandem legonya. Kedua kiper Juventus sebelum Buffon itu dilego Juve ke Fulham (Van Der Sar) dan ke Djurgardes (Isaksson) hanya untuk mendapatkan jasa Buffon pada 2001.

Keganasan Buffon di Juventus tidak saja berakibat tersingkirnya sederatan kiper dengan nama besar di atas. Buffon juga secara tidak langsung telah menyingkirkan kiper-kiper berbakat dari Akademi Juventus. Mereka adalah Christian Novembre, Claudio Scharzanella, Antonio Mirante, serta Carlo Pinsoglio. Keberadaan Buffon di Juventus membuat para pemain berbakat itu harus rela hengkang atau dipinjamkan ke banyak klub eropa.

Penampilan konsistennya berhasil membuat Juventus enggan melepasnya hingga saat ini. Padahal dalam sejarah klub bergaris hitam putih itu, para pemain besar Eropa dan Dunia silih berganti datang dan pergi dari Juventus. Hanya Buffon yang tidak ikut pola tersebut.

Buffon Pernah Mendapatkan Cobaan

Buffon bukan pemain yang tidak pernah mengalami penurunan permainan. Cedera dislokasi bahu yang ia derita pada 2005-2006 membuat posisinya harus digantikan Christian Abbiati yang khusus didatangkan dari AC Milan sebagai pemain pinjaman. Kedatangan Abbiati cukup membuat Juventus terbantu. Selama satu musim pertama bersama Juventus, Abbiati berhasil melakukan 13 kali cleansheet. Selain itu, Abbiati hanya kebobolan sebanyak 17 gol dari 26 laga yang ia jalani. Akan tetapi, capaian mentereng itu seolah sirna sekembalinya Buffon dari penyembuhan di ruang medis.

Puncak karir Buffon tampaknya ada di tahun 2006. Pada saat itu, Buffon tampil sebagai juru aman gawang Azzuri di Final Piala Dunia 2006. Berkat jasanya menghalau sundulan Zinedine Zidane di babak perpanjangan waktu, Italia berhasil meraih Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah menyelesaikan drama adu penalti.

Bersamaan dengan pencapaian besar itu, Buffon kembali harus menghadapi tantangan. Kali ini kesetiaannya sedang diuji. Persis pada tahun yang sama, Juventus tersandung kasus Calciopoli. Efeknya, Juve harus turun tahta ke Serie B. Dan pada saat itu, Buffon menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain berdedikasi tinggi. Bersama Del Piero, Tacchinardi, Pavel Nedved, Mauro Cammoranesi dan Trezegol, Bufoon bahu-membahu mengembalikan Juve ke Serie A. Usaha itu tidak sia-sia. Juve hanya bermain semusim di serie B.

Kebangkitan Juve di Serie A ditandai dengan scudeto yang diraih Buffon dkk pada 2011-hingga saat ini. Inilah perjalanan panjang kiper berdedikasi tinggi. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, klub yang dibela diperjuangkan dengan sehebat-hebatnya perjuangan. Dialah Gianluigi Buffon!

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *