Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Teknologi Garis Gawang Euro 2016 Demi Keakuratan Gol

Teknologi Garis Gawang Euro 2016 Demi Keakuratan Gol – Garis gawang tentunya menjadi bagian penting dalam sebuah lapangan bola. Tanpa adannya suatu garis gawang, kita tidak akan tahu kepastian apakah bola yang datang bisa dikatakan sebagai gol atau tidak, jika hanya melewati gawang dengan tipis. Beberapa kali pernah terjadi kontroversi tentang bola yang akhirnya masih bisa tertangkap oleh tangan penjaga gawang, tetapi bisa dikatakan bisa melewati tipisnya garis gawang. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Dengan pernah adanya kontroversi tersebut, kecanggihan teknologi tentunya menjoba untuk menengahinya. Kini, dengan kecangihan teknologi, garis gawang tak lagi hanya diperhatikan dengan mata telanjang, tetapi juga dengan sistem deteksi yang lebih canggih.

Teknologi Garis Gawang Euro 2016 Demi Keakuratan Gol

Sistem garis gawang ini memang mulai diberlakukan di beberapa kompetisi liga Eropa. Hasil yang ditunjukkan oleh liga tersebut pun cukuplah baik, mengingat beberapa gol ada yang dibatalkan, karena bantuan dari deteksi tersebut. Pada umumnya, sistem yang paling banyak digunakan yaitu sistem Hawkeye Inggris. Sistem ini sering sekali digunakan di berbagai pertandigan di liga-liga Eropa. Sementara sistem Goal Control juga cukup sering digunakan, di mana sistem ini pertama kali dipakai oleh Jerman pada saat Piala Dunia 2014. Uefa sendiri belum menentukan akan menggunakan sistem dari perusahaan mana nantinya pada pertanding Euro 2016 yang belum mulai berlansung. Menurut Anda, manakah yang lebih baik? Goal Control milik Jerman atau Hawkeye?

Dengan adanya penerapan sistem garis gawang yang satu ini, tentunya ada beberapa keunggulan dan keakuratan yang akan didapatkan. Hal pertama yang akan didapatkan tentunya keakuratan dalam mendeteksi akankah gol tersebut benar-benar melewati garis gawang atau tidak. Dengan sistem deteksi yang cukup canggih ini, kontrovesi diharapkan akan lebih bisa dikurangi dan bisa menjadikan pertandingan menjadi lebih adil, mengingat gol yang dilihat akan lebih dilihat secara rinci dan detail. Dengan adanya sistem ini, tentunya akan membantu keterbatasan kemampuan penglihatan manusia, apa lagi jika jarak pandangnya cukuplah jauh. Paraa wasit akan mendapatkan bantuan dari sistem ini tentunya.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan tidak ada lagi kontroversi tentang suatu gol bisa dikatakan sebagai sebuah gol atau tidak. Tidak akan ada lagi suatu pertandingan yang harus berakhir dengan sebuah gol yang sebenarnya kita tidak tahus pasti apakah hal itu bisa disebut sebuah gol atau tidak hanya karena perbedaan tipis yang mungkin akan sulit dilihat dengan keterbatasan mata manusia. Meskipun demikian, sistem yang satu ini agaknya masih menjadi kontroversi. Masih ada beberapa pihak yang merasa masih kurang setuju dengan penggunaan sistem garis gawang modern yang satu ini. Entah apa alasannya, beberapa pihak memang merasa kurang setuju dan kurang suka dengan pemakaian sistem garis gawang modern yang satu ini.

Salah satu orang yang merasa tidak suka dengan penggunaan sistem teknologi garis gawang adalah Presiden Uefa, Michel Platini, sendiri. Saat ini, presiden Uefa yang satu ini memang sedng mengalami masa skorsing. Dalam hal ini, secara bertahun-tahun Michel Platini menentang keras penggunakan teknologi garis gawang dalam setiap pertandingan sepak bola yang ada di Eropa. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, dia pun berubah pikiran dan mulai melunak. Hal itulah yang menyebabkan mengapa ada kemungkinan penggunaan sistem garis gawang yang satu ini dalam pertandingan Euro 2016. Untung saja, Presiden Uefa tersebut berubah hatinya, ya. Jika tidak, mungkin pertandingan di Euro 2016 nantinya juga tidak bisa lepas dari kontroversi suatu tendangan bisa dikatakan sebagai sebuah gol atau tidak.

Pada babak 16 besar pertandingan Piala Dunia 2010 lalu yang digelar di Afrika Selatan, sebuah sepakan tajam yang diberikan oleh Frank Lampard sebetulnya sudah melewati garis gawang yang ada, sebelum bisa ditahan oleh tangan penjaga gawang.Gol tersebut tidak jadi sebut sebagai gold an tentunya merugikan pihak Jerman. Dengan adanya kontroversi tersebutlah mengapa sistem teknologi garis gawang mulai dirintis dan dirancang untuk mendapatkan suatu sistem yang lebih peka dan juga akurat dalam mendeteksi gol. Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang penggunaan sistem teknologii garis gawang dalam pertandingan Euro 2016? Demikian informasi untuk Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *